Tambang adalah Anugerah: Bismillah Izin Nambang

Tak ada wahabi lingkungan di sini. Ini adalah gambar tebing Hawu-Pabeasan dipotret menggunakan drone. Meski tak ada wahabi lingkungan, di sini ada perusahaan tambang yang beroperasi, yakni: CV Batu Agung.

Tak ada wahabi lingkungan di sini. Ini adalah gambar tebing Hawu-Pabeasan dipotret menggunakan drone. Meski tak ada wahabi lingkungan, di sini ada perusahaan tambang yang beroperasi, yakni: CV Batu Agung. Dok. Pemdes Padalarang

#Seri Tambang

a. Tambang adalah Anugerah: Bismillah Izin Nambang

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ

عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ.

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali-tambang (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (Surat Ali 'Imran ayat 103.)

Industri ekstraktif betapa pun merusaknya itu, itu adalah anugerah dari Alloh. Tambang karst Citatah misalnya, itu adalah industri ekstraktif anugerah dari Alloh. Bayangkan jika tidak ada tambang karst: ban motor, mobil dan ban karet lainnya akan lebih awet karena tidak dicampur produk olahan dari tambang karst. Kandungan dari batu karst sebagai campuran produksi ban, berguna agar biaya produksi ban bisa jauh lebih murah tapi tidak awet.

Jika nilai guna suatu ban berusia pendek, itu artinya pabrik-pabrik ban akan terus berproduksi dengan frekuensi tinggi. Sehingga pemilik pabrik untung, karena modal terus berakumulasi dengan kecepatan yang diakselerasi. Apalagi tersedia cadangan tenaga kerja yang melimpah di Indonesiapengangguran masih tinggiharga tenaga kerja (buruh) otomatis jadi murah. Untung berlipat sudah di depan mata bagi pengusaha, mematikan tambang karst Citatah sama saja dengan menutup paksa mata pengusaha.

Tempo hari, saat Dedi Mulyadi menghentikan sementara izin tambang di kawasan karst Citatah karena alasan perizinan, para pengusaha peternakan sapi menjerit, mereka kekurangan pakan murah. Sapi-sapi tidak bisa hanya diberi pakan organik. Jika begitu saja, harga pakannya mahal. Biaya produksi jadi melambung, pengusaha bisa kurang untung. Meski upah tenaga kerja sudah murah, keuntungan bisa dimaksimalkan, caranya, pakan sapi harus dicampur dengan hasil olahan batu karst—yang ditambang dari karst Citatah. Oleh sebab itu, menghentikan sementara pertambangan di karst Citatah menghambat laju akumulasi modal.

Efeknya berantai sampai ke pasta gigi, sabun, kosmetik dan pupuk pertanian (kapur pertanian/kaptan sebagai campuran pupuk), semua itu butuh campuran batu karst Citatah agar biaya produksinya tidak tinggi. Memang, dari upah murah saja pengusaha sudah untung, tapi kita tahu Indonesia di bawah telunjuk jendral Prabowo ingin percepatan pertumbuhan. Melalui Purbaya, jendral Prabowo mengkomando, “pertumbuhan ekonomi harus 8%”, di era dia memimpin.

Bagaimana bisa 8% bila investasi pengusaha mandek? Upah tenaga kerja sudah murah karena cadangan tenaga kerja melimpah, tapi bahan baku susah karena tambang karst di tutup sama saja dengan menghambat percepatan pertumbuhan ekonomi. Pengusaha butuh modalnya tumbuh besar, melebihi apa pun. 

Pengusaha sudah kaya raya sejak lahir, tapi selama sumber daya alam masih melimpah, ekstraksi semaksimal mungkin adalah satu-satunya jalan berpikir pengusaha. Disadari atau tidak, begitulah jalan berpikir pengusaha yang pertama dan utama, sebab jika tidak, mereka bisa jatuh miskin ke level mayoritas orang Indonesia, karena kalah bersaing dengan pengusaha lainnya. Menutup pertambangan walau sementara, mematikan logika berpikir pengusaha tambang.

Lihat saja karst Citatah, dari masa ke masa ditambang tak henti-hentinya. Beberapa gunung/bukit karst ada yang sudah rata dengan permukaan jalan. Soal legal atau ilegal, tambang adalah anugerah, statusnya sama di mata Alloh, setidaknya menurut pengusaha. Soal penghentian tempo hari oleh Dedi Mulyadi karena alasan perizinan, apakah di lapangan benar-benar berhenti? Jangan lupa, tambang adalah anugerah, jalan berpikir satu-satunya bagi pengusaha adalah ekstraksi sumber daya alam semaksimal mungkin.

Menghentikan tambang apalagi secara permanen adalah bencana. Di samping itu, untuk anugerah yang satu ini, mereka sudah membeli lahan pertanian di sekitar tambang. Iya, mereka membelinya dari petani dengan cara dicicil. Beberapa pengusaha tambang di desa Padalarang yang menambang gunung Hawu-Pabeasan punya lahan puluhan hektare di sekitarnya. Mereka membeli lahan para petani dengan cara dicicil

Mau gimana lagi, lahan pertanian susah untuk produktif jika berdampingan dengan tambangDulu, waktu cara peledakan masih diperbolehkan untuk menambang, membuat para petani tidak tenang bertani karena lahan mereka tepat di bawah bukit yang sedang ditambang

Saat batu diledakan, batu-batu berhamburan ke areal pertanian. Jejaknya masih bisa kita lihat sampai hari ini di areal pesawahan yang tepat berada di bawah tebing Hawu-Pabeasan. Para petani tak punya pilihan lain selain menjualnya ke pengusaha tambangkonon harganya 100 ribu pertumbak (1x14 meter), dicicil pula. Lagian, siapa pula yang mau membeli tanah di areal macam itu, selain pengusaha tambang.

Pembebasan lahan dengan cara itu oleh pengusaha, berjalan lama dan panjang. Proses itu bisa juga di sebut pembebasan petani dari tanah dan alat produksinya, beralih menjadi buruh harian lepas di industri tambang

Sampai hari ini mereka yang pada mulanya petani masih bertahan jadi buruh harian lepas di industri tambang, upahnya tidak seberapa memang, karena tambang adalah anugerah. Mereka juga masih bertahan dengan rumah-rumah yang dindingnya retakjaraknya tak lebih dari 500 meter dari areal tambang karst—karena getaran tambang, dan jalan lingkungan yang tidak pernah di hotmik apa lagi dibeton.

Sebelumnya, penghuni tetap sejak puluhan ribu tahun yang lalu sudah pergi entah ke mana, sebut saja salah satunya, para monyet. Sebelum para pengusaha tambang menduduki tebing Hawu-Pabeasan dengan seperangkat alat beratnya, Hawu-Pabeasan adalah rumah bagi para monyet

Para monyet adalah musuh bebuyutan petani areal tebing. Jika musim panen tiba, para petani mesti berjaga di lahan mereka, sebab jika tidak, hasil panen bisa dijarah monyet. Beruntung, pengusaha tambang muncul mengusir para monyet ini, dengan alat berat dan aktifitas pertambangannya. Alhasil kini, para petani terbebas dari tanah dan alat produksinya, dan para monyet pergi.

Ya, yang tetap tinggal hari ini adalah pertambangan dan petani yang telah menjadi buruh harian lepas. Para pengusaha layak mendapat ketetapan macam itu, setelah apa yang mereka lakukan pada para petani, monyet, dinding rumah dan jalan lingkungan sekitar tambang, sebab tambang adalah anugerah

Soal legal atau tidak, itu menjadi urusan Dedi Mulyadi dan Polisi/Tentara. Soal ini memang hanya antar mereka saja yang punya modal dan kuasa, sedangkan petani, buruh, hewan, lingkungan hidup hanya piguran di sektor akumulasi modal-industri ekstraktif. Purbaya pasti senang mendengar kabar ini.

b. Kenapa Ulil gemar Mengutif kata “Anugerah”, Apa Maknanya?

Buat saya, yang menarik dari term anugerah ini sebab diucapkan oleh pak Ulil Abshar Abdalla di KompasTV 6 bulan yang lalu, dan kembali ramai dibicarakan baru-baru ini pasca bencana sosial di pulau Sumatera. “Tambang itu anugerah”, kata Ulil.

Ulil sendiri adalah sosok yang menarik, saya mengikuti tulisan-tulisannya sudah sejak lama. Jika tulisannya dibaca sepintas, ada kesan progresif dalam tulisannya, dan dalam dirinya. Namun sebenarnya, dia tidak progresif sama sekali, kecenderungannya justru reaksioner/anti kemajuan.

Baca Selengkapnya.....

c. Ada Pertambangan di Kawasan Karst Hawu Pabeasan, Inikah Anugerah itu?

Dunia tambang memang sudah sepatutnya bersyukur. Pertambangan tak henti-hentinya diguyur anugerah oleh yang kuasa. Para pengusaha tambang juga mesti bangga, ada sederet tokoh penting, karismatik, dan dipuja banyak pengikutnya, yang siap sedia setiap saat menyokong kegiatan ekstraksi SDA di Indonesia. Sebut saja Ulil Abshar Abdalla, Bahlil Lahadalia dan Prabowo Subianto.

Kita mulai dari Prabowo, menurut JATAM, bisnis pertambangan Prabowo Subianto berpusat pada perusahaan utamanya, PT Nusantara Energy, yang berdiri sejak tahun 2001 dan bergerak di bidang tambang batubara. Perusahaan ini kini membawahi 27 perusahaan afiliasi, baik di dalam maupun luar negeri.

Baca Selengkapnya.....

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar